Kamis, 22 Desember 2011

Kenali Gejala Sinusitis Sejak Dini

Di tengah nikmat hidup dengan beragam kemudahan akses dan fasilitas, masyarakat perkotaan rentan mengalami masalah pernapasan akibat buruknya kualitas udara. Ini tak boleh diremehkan karena gangguan pernapasan merupakan satu kesatuan, baik saluran panas atas atau bawah.

Contohnya, asma yang dapat membuat rongga sinus terinfeksi, atau sebaliknya. Seluruh penderita asma berat menunjukkan gambaran organ sinus yang abnormal. Sedangkan penderita asma ringan dan sedang menunjukkan, 77 persen di antaranya mengalami infeksi sinus atau sinusitis.

Kondisi itu bisa lebih parah ketika muncul faktor bakat alergi seseorang, terutama terhadap udara kotor.

"Hidung adalah pintu masuk saluran napas yang berfungsi untuk melembabkan, menghangatkan, dan menyaring udara yang masuk ke dalam seluruh saluran napas. Jika sistem ini tidak berjalan dengan benar, tentu bakteri dan virus yang ada di udara bisa menginfeksi saluran pernapasan," ujar ahli THT dari Klinik Asma, Sinusitis, dan Alergi (ASA) RS Asri, dr Mirta H. Reksodiputro Sp THT.

Jika asma merupakan penyempitan saluran pernapasan bawah yang diturunkan secara genetis, sinusitis adalah peradangan rongga sinus yang termasuk pada organ saluran napas atas yang bisa disebabkan oleh banyak hal, dan bisa terjadi oleh siapa saja.

"Sinusitis bisa terjadi karena adanya infeksi oleh bakteri dan virus yang ada di udara, kuman-kuman pada gigi rahang atas yang bolong, atau tersumbatnya saluran pernapasan karena amandel yang besar," ujarnya.

Menurutnya, orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah cenderung memiliki masalah pada rongga sinus karena bakteri dan virus cenderung lebih mudah masuk. "Sinusitis pada orang-orang yang hidup di perkotaan cenderung terjadi karena infeksi di rongga hidung atau alergi disebut dengan rinosinusitis."

Alergi membuat sekret (ingus) menumpuk pada rongga sinus dan mengundang bakteri masuk dan tumbuh. "Cairan tubuh itu protein yang merupakan tempat paling cocok untuk bakteri tumbuh. Kalau sudah terinfeksi bakteri, sinusitis akan dengan mudah menyebar ke rongga sinus lainnya dan mengakibatkan komplikasi."

Rongga sinus terdiri dari empat bagian yaitu maksila (di daerah pipi), etmoid (di daerah mata), frontal (di daerah dahi), dan spenoid (di daerah mata). Jika tak segera diobati, infeksi di salah satu rongga sinus akan mudah menyebar dan menginfeksi organ-organ vital, mengingat letak rongga sinus sangat dekat dengan mata dan otak.

Kenali gejala sinusitis dengan cara:
  1. Merasakan apakah selalu ada riak di tenggorokan, seperti cairan pada hidung jatuh ke bawah rongga.
  2. Hidung tersumbat dan gatal.
  3. Ada bau tak sedap setiap bernapas.
  4. Bersin-bersin.
  5. Beringus dengan ciri-ciri berwarna putih kental. Kalau warna sekret sudah berwarna kekuningan atau bahkan kehijauan, maka kuman di dalam sekret sudah lebih banyak. Sedangkan sekret pada alergi berwarna putih, bening, dan cair.
  6. Sakit kepala karena sekret di rongga sinus menekan ke kepala.
Untuk melakukan pencegahan awal, ada baiknya Anda memerkuat daya tahan tubuh dengan menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Hentikan kebiasaan merokok dan hindari polusi asap dan debu. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruang bisa menjadi pilihan tepat.

"Jika punya bakat alergi, penyebab alerginya harus dipantang. Jadi, harus tahu dulu penyebab alerginya apa dengan melakukan tes alergi."

Dan, jangan lupa untuk selalu menjaga suhu kamar agar tidak terlalu lembab karena pendingin ruangan atau AC. "Usahakan selalu membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam ruangan agar bakteri dan jamur tidak mudah berkembang biak," ujarnya.

Sumber: VivaNews

0 komentar:

Posting Komentar