Minggu, 01 Juli 2012

Dongeng, Cara Belajar Paling Praktis

Mungkin Anda masih teringat kisah Puteri Salju atau Gadis Korek Api. Bahkan dongeng klasik itu telah difilmkan dengan berbagai versi. Sayang, tak seperti keabadian cerita dongeng itu, kebiasaan mendongeng justru makin tersingkir. Tergantikan oleh keasyikan bermain Play Station, atau berbagai aplikasi game di komputer.

Orang tua lebih memilihkan permainan ini, daripada harus repot mendongeng. Kesibukan membuat orang tua tidak meluangkan waktu untuk lebih memikirkan dongeng untuk anak. Padahal dongeng dapat menjadi salah satu cara, memberi sentuhan kasih sayang kepada mereka. Saat mendongeng, akan tercipta kedekatan emosional yang menjadi momen tak terlupakan sampai anak tumbuh besar nanti.

Selain itu, dongeng juga bisa meningkatkan keterampilan bicara dan berbahasa anak, dengan mengenalkan kosa kata baru serta struktur kalimat. Pengenalan nilai-nilai moral juga bisa dilakukan melalui kegiatan mendongeng.

Banyak orang tua mengeluhkan tidak bisa mendongeng dan tidak punya banyak cerita. Menurut Mochammad Awam Prakoso, salah satu tokoh pendongeng Indonesia sekaligus pendiri 'Kampung Dongeng', secara naluri sebenarnya manusia suka bercerita dan mendengarkan cerita. Apa pun seharusnya bisa menjadi bahan cerita. Berikut beberapa tips mendongeng dari Awam:

Persiapan
Sebelum mendongeng, siapkan cerita yang menarik dan mengandung pesan moral tentunya. Biasanya, anak usia 3-8 tahun menyukai dongeng tentang binatang, cerita rakyat tradisional, dan cerita tentang orang di sekitarnya. Sedangkan anak usia 9-12 tahun, lebih suka cerita tokoh heroik, penuh tantangan dan bahaya, yang sifatnya lebih realistis.

Bangun suasana
Saat mendongeng, suasana yang menarik juga perlu dibangun agar anak tetap fokus pada cerita. Curi perhatian dari anak dengan pancingan tebak-tebakan, iringan lagu, atau selingan permainan di sela-sela waktu mendongeng. Kegiatan mendongeng akan terasa lebih atraktif, dan orang tua bisa makin intim dengan anak.

Kuasai teknik
Teknik mendongeng memang penting, tetapi Anda juga tak harus terlalu terpaku pada teori. Vokal dan ekspresi wajah, serta posisi saat mendongeng, merupakan teknik yang perlu diperhatikan.

Beri penutup
Karena dongeng merupakan salah satu sarana sosialisasi moral dan budi pekerti, maka setelah mendongeng Anda perlu memberi kesimpulan atas cerita. Anak perlu tahu mana tokoh yang baik dan patut dicontoh, dan mana yang sebaiknya tidak diikuti. 

Sumber: VivaNews

Minggu, 29 April 2012

Rajin Menonton TV, Anak Malas Belajar

Sebaiknya orangtua tidak membiarkan anak mereka terlalu lama menonton televisi. Banyak sisi negatif dari anak yang terlalu sering berada di depan televisi, terlebih kalau jenis tontonan tidak bersifat mendidik.

Penelitian menunjukkan bahwa anak yang rajin menonton televisi biasanya menjadi malas membaca dan belajar sehingga prestasinya menurun atau lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang menonton.

“Televisi mempunyai sisi positif dan negatif,” kata Direktur Biro Psikologi Persona Medan, Irna Minauli. Menurutnya, ada korelasi negatif antara menonton televisi dengan prestasi akademis dan tingkat kecerdasan. Artinya, semakin sering anak menonton maka semakin rendah prestasi akademisnya. Sebaliknya, semakin jarang mereka menonton maka minat membacanya juga akan semakin besar sehingga prestasi akademisnya akan semakin baik.

“Anak-anak yang kecerdasannya kurang, biasanya akan lebih banyak menghabiskan waktunya di depan televisi. Sayangnya, saat ini jumlah jam yang dihabiskan anak Indonesia untuk menonton televisi kelihatannya cukup banyak. Para orangtua tidak menyadari acara gosip atau sinetron yang mereka tonton bersama anak dapat mempengaruhi cara berpikir anak. Apalagi isi sinetron banyak yang tidak rasional,” jelasnya.

Sementara itu, katanya, perilaku bullying yang sering ditampilkan film-film Barat menggambarkan bagaimana anak-anak mengerjai dan bahkan mencelakakan teman yang tidak mereka sukai. “Pada anak laki-laki, perilaku bullying ini lebih nampak karena sering berbentuk kekerasan fisik maupun finansial, misalnya mengompas anak lain,” terangnya.

Pada mereka yang kelas atas, katanya perilaku itu diperparah dengan banyak orangtua yang memberikan gadget pada anak-anaknya sejak dini. Padahal terbukti bahwa banyak game online yang mengandung banyak unsur kekerasan dan pornografi.

“Banyak orangtua tidak menyadari bahwa ketika anak sudah kecanduan games online, itu sama parahnya dengan anak yang kecanduan narkoba. Sulit untuk dipulihkan. Banyak yang menjadi “sakaw” ketika mereka tidak diperkenankan bermain games,” urainya.

Untuk itu, tambahnya, orangtua harus membatasi jadwal tontonan atau jadwal bermain games anak sebelum mereka menjadi kecanduan didepan televisi atau komputernya. “Menonton juga mengurangi keeratan dan komunikasi antar anggota keluarga,” ucapnya.

Sumber: JPNN

Kamis, 26 April 2012

Kenali Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG

Saat mengetahui kabar kehamilan, Anda pasti sudah langsung menebak- nebak jenis kelamin sang bayi kecil. Meskipun bidang kedokteran sudah menemukan USG untuk mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandungan, tapi USG ini baru dapat dilakukan pada usia kandungan minimal 4 bulan. Ini pun juga bergantung dari posisi bayi dalam rahim.

Tapi sebenarnya Anda dapat mengetahuinya dari perubahan fisik Anda sejak awal kehamilan, seperti di tulis pada Goodhousekeeping. Mulai saat ini coba perhatikan perhatikan perubahan tersebut, tes apakah ia seorang bayi perempuan mungil atau laki- laki.

Bayi laki- laki:

- Perubahan kesehatan
Pada kehamilan dengan jenis kelamin laki- laki, biasanya sang ibu tidak mengalami mual dan keluahan lain di pagi hari atau morning sickness pada tri semester pertama.

Anda juga dapat dengan mudah mengetahuinya dengan membedakan kondisi tangan dan kaki sebelum hamil. Saat hamil, kaki akan terasa lebih dingin, sedangkan tangan lebih mudah kering.

Tes juga dari warna urin, pada kehamilan laki- laki, urin berwarna kuning cerah, namun Anda lebih sering mengalami gangguan sakit kepala.

- Perubahan fisik
Saat hamil, anda akan merasakan tambahan beban pada bagian depan, dan perut berbentuk bulat ke depan. Sedangkan areola pada payudara berangsur menghitam seiring dengan usia kehamilan.

- Denyut jantung
Bayi laki- laki memiliki detak jantung kurang dari 140 denyut per menit.

- Kecenderungan makanan
Secara tidak sadar Anda akan lebih tertarik pada makanan dengan rasa asin ataupun asam. Begitu juga dengan bahan makanan yang banyak mengandung protein hewani seperti daging dan keju.

Bayi perempuan:

- Perubahan kesehatan
Saat hamil bayi perempuan, biasanya diikuti dengan kondisi tubuh drop karena rasa mual di setiap pagi hari. Secara psikologis, kehamilan perempuan cenderung membuat ketidakstabilan emosi dan Anda menjadi moody. Perubahan juga terjadi pada warna urin yang menjadi lebih kusam dari biasanya.

- Perubahan fisik
Anda akan merasakan perut lebih melebar ke pinggul dan payudara sebelah kiri lebih besar dari payudara bagian kanan. Rambut juga mengalami perubahan yang cukup dapat dilihat, kehamilan bayi perempuan membuat helai rambut Anda sedikit memerah.

- Denyut jantung
Hitungan denyut jantung bayi perempuan lebih cepat dari bayi laki- laki, yakni lebih dari 140 setiap menitnya.

- Kecenderungan makanan
Saat memilih makanan, Anda cenderung menjatuhkan pilihan pada rasa manis atau buah segar, dan jus dengan rasa jeruk. 

Sumber: VivaNews

Selasa, 24 April 2012

5 Cara Soda Merusak Kesehatan Anda

Minuman ringan yang mengandung pemanis dan soda memang begitu menggoda saat dahaga. Minuman jenis ini tidak hanya digemari oleh orang dewasa tetapi juga anak-anak. Sensasinya yang segar di tenggorokan membuat orang lebih suka memilih softdrink ketimbang menenggak air putih biasa. Tetapi di balik rasanya yang manis dan menyegarkan, Anda perlu waspada. Pasalnya, minuman ringan bisa mendatangkan ancaman bagi kesehatan apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah banyak secara rutin dan dalam waktu yang lama. Berikut ini adalah lima ancaman yang minuman ringan bagi kesehatan Anda, seperti dikutip newsmaxhealth:  

1. Obesitas

"Minuman berpemanis adalah makanan khusus yang menurut penelitian klinis berkaitan langsung dengan kenaikan berat badan, "kata Dr David Ludwig, spesialis endokrinologi dari Universitas Harvard. Menurut Ludwig, gula dapat menyediakan sejumlah besar kalori, tetapi juga bisa menjadi lingkaran setan. "Gula cepat diserap, sehingga dapat meningkatkan gula darah dan ini menyebabkan kepanikan dalam tubuh," kata Ludwig. "Ketika tubuh melepaskan insulin untuk memetabolisme gula dan menurunkan gula darah, tubuh merespon dengan melepaskan hormon yang disebut ghrelin - yang membuat seseorang merasa lapar - sehingga memicu untuk makan lebih banyak lagi," jelasnya. Sebuah studi dari UCLA menemukan bahwa orang yang minum setidaknya satu soda sehari meningkatkan risiko kelebihan berat badan sebesar 27 persen bila dibandingkan dengan mereka yang tidak minum soda. Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada tahun 2011 dalam American Diabetes Association menemukan, mereka yang minum soda, lingkar pinggang meningkat sebesar 70 persen, dan mereka yang minum dua atau lebih soda sehari mengalami peningkatan 600 persen dalam lingkar pinggang mereka.

2. Penyakit jantung 

Sebuah riset di Universitas Harvard menemukan bahwa menenggak 12-ounce (350 ml) minuman berpemanis setiap hari meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 29 persen. Bahkan penelitian yang baru saja dirilis University of Sydney menemukan bahwa anak yang minum setidaknya satu jenis minuman ringan setiap hari berisiko mengalami penyempitan arteri di bagian belakang mata, yang mengarah pada peningkatan risiko hipertensi dan penyakit jantung. Studi dari para peneliti di University of Colorado Denver Health Sciences Center menemukan bahwa individu yang diet tinggi fruktosa - pemanis yang umum digunakan dalam minuman ringan - berisiko mengalami peningkatkan risiko tekanan darah tinggi hingga 87 persen. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam journal Circulation dari American Heart Association juga menemukan, orang yang minum satu atau lebih minuman ringan setiap hari 25 persen lebih mungkin untuk mengalami kondisi trigliserida tinggi dan 32 persen lebih mungkin memiliki tingkat kadar HDL (kolesterol baik) yang rendah. Riset lainnya, yang diterbitkan dalam Journal of General Internal Medicine menemukan, orang yang mengonsumsi minuman soda setiap hari dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke hingga 44 persen.

3. Diabetes 

Dalam temuan yang dipublikasikan The Nurses Health Study, peneliti mengamati lebih dari 90.000 wanita selama delapan tahun dan menemukan bahwa mereka yang minum setidaknya satu jenis minuman berpemanis setiap hari hampir dua kali lebih mungkin telah mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang jarang konsumsi minuman manis. Beberapa ilmuwan di Rutgers percaya bahwa tingginya tingkat asupan fruktosa dapat memulai perkembangan diabetes di dalam tubuh.

4. Kanker 

Peneliti di Inggris menemukan bahwa sodium benzoat, yang biasa digunakan untuk mencegah timbulnya jamur di dalam minuman ringan, memiliki kemampuan untuk mematikan bagian terpenting dari DNA seseorang. Hal ini bisa menyebabkan sirosis hati dan penyakit degeneratif lainnya, termasuk Parkinson. Tetapi bila dicampur dengan vitamin C, sodium benzoat bisa menghasilkan zat karsinogenik yang disebut benzena. Ilmuwan dari India, di Tata Memorial Hospital menemukan sebuah korelasi yang sangat signifikan antara konsumsi soft drink dan peningkatan risiko kanker kerongkongan. Bahkan zat pemanis buatan yang terdapat pada beberapa minuman ringan seperti aspartam, telah dikaitkan dengan risiko pengembangan kanker, seperti kanker pankreas, leukemia, limfoma, dan payudara.

5. Masalah paru 

Para ilmuwan di Australia Universitas Adelaide mewawancarai lebih dari 16.000 orang selama dua tahun dan menemukan hubungan antara konsumsi minuman ringan dan asma serta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Semakin sering seseorang mengonsumsi minuman ringan, semakin besar kemungkinan mereka menderita asma atau PPOK.

Sumber: Kompas

Sabtu, 10 Maret 2012

Asup Makanan Ini Agar Otak Encer

Ingin kemampuan mental tetap prima hingga usia tua? Sebaiknya biasakan minum susu dan asupan makanan dari susu. Sebuah studi menemukan susu menjadi bagian penting untuk membentuk dan mempertahankan otak yang sehat.

Lewat sebuah studi, peneliti AS dan Australia menyimpulkan bahwa orang yang secara teratur minum susu atau mengasup makanan olahan susu seperti keju, dan yogurt memiliki kemampuan melewati tes mental lebih baik daripada mereka yang jarang atau tidak pernah minum susu.

Penelitian melibatkan 1.000 orang dewasa. Semuanya ditanyakan mengenai mengenai konsumsi harian termasuk susu dan produk olahan. Kemudian, responden juga diminta untuk menyelesaikan tes untuk menilai kemampuan mental mereka.

Hasil studi yang dimuat dalam Dailymail memperkuat studi lain yang melibatkan 104 pensiunan. Ditemukan, sebagian lanjut usia dengan lemak yang lebih tinggi dalam darah mengalami penyusutan otak lebih sedikit. Penyusutan otak merupakan gejala khas penyakit Alzheimer.

Lemak yang bermanfaat berupa lemak omega 3 ditemukan dalam makanan seperti ikan berlemak dan susu. Studi yang dipublikasikan di Neurology, jurnal yang diterbitkan American Academy of Neurology, mengukur kadar lemak yang berbeda-beda dalam darah. Mereka juga menanyakan asupan makan harian responden.

Studi membuktikan, fungsi otak memerlukan asupan lemak baik agar mampu bekerja lebih baik. Otak terdiri dari 60 persen lemak. Sel-sel otak yang terisolasi dengan selubung mielin terdiri dari 75 persen lemak. Lemak mielin perlu diganti terus-menerus.

Sumber: VivaNews

Rabu, 07 Maret 2012

Jengkol Bisa Jadi Pemicu Gangguan Ginjal

Aroma jengkol memang kurang sedap, tetapi bisa jadi makanan nikmat jika diolah dengan tepat. Tapi hati-hati, jangan terlalu banyak mengoonsumsi buah dengan nama latin pithecellobium jiringa ini. Pasalnya, konsumsi jengkol berlebihan bisa memicu gangguan ginjal.

Buah yang sering dijadikan lalap, semur, atau rendang ini, menurut Dr. Parlidungan Siregar, SpPD-KGH, dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. Itu karena kandungan asam tertentu pada jengkol.

"Ada asam yang terkandung di dalam jengkol namanya asam jengkolat (djenkolic acid) . Dalam konsentrasi tinggi dapat menimbulkan kristal, yang akhirnya membuat urin tak bisa keluar karena mampet," ujar dr. Parlidungan Siregar, SpPD-KGH dari Bagian Ginjal dan Hipertensi, Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam acara bincang-bincang Hari Ginjal Sedunia, di Hotel Akmani, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Maret 2012.

Saluran kencing yang tertutup membuat atau racun tubuh tidak terbuang. Akibatnya, bisa timbul infeksi saluran kemih. Bila tidak ditangani, infeksi akan merambat ke organ ginjal. Gejala awal gangguan ginjal yang harus Anda ketahui adalah nyeri di perut bagian belakang, pendarahan pada urin, mual atau muntah, kehilangan nafsu makan hingga pembengkakan diperut.

Dokter Parlidungan menyarankan, jika terlalu banyak mengonsumsi jengkol, sebaiknya perbanyak minum air putih. "Minumlah air putih yang banyak, cara ini dapat membuat kristal yang terbentuk akan larut," katanya.

Ia juga menjelaskan betapa pentingnya memenuhi kebutuhan tubuh akan air putih. Air ini, berfungsi mencairkan garam dan mineral dalam urin yang membentuk kristal padat yang dikenal sebagai batu ginjal.

Sumber: VivaNews

Selasa, 28 Februari 2012

Senyum Membuat Orang Lebih Terbuka

SENYUMAN tidak hanya menyenangkan bagi yang melakukan. Namun juga bagi orang lain yang diberi senyum. Sebagai contoh ketika berada di suatu tempat dan diberi senyuman yang tulus oleh seorang yang tidak di kenal, pasti ada rasa senang di bathin kita.

Demikian ungkap Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof.DR.Lydia Freyani Hawadi, kepada JPNN. Bahkan tidak hanya itu, orang yang selalu tersenyum menurutnya juga akan dapat lebih mudah bergaul dan diterima dalam sebuah komunitas. Hal ini sendiri sangat dirasakan Lydia.

“Saya mungkin bukan orang yang tampangnya selalu terlihat tersenyum. Tapi saya selalu mengkondisikan diri untuk tetap tersenyum. Struktur muka saya, kayaknya memang terlihat serius. Ini saya ketahui karena ada feedback dari orang lain. Akibatnya membuat orang lain kaku karena sepertinya ada jarak. Makanya dalam mengajar saya coba mengikuti irama para mahasiswa dan selalu tersenyum.”

Menurut Lydia sendiri, dengan senyuman yang tulus, seseorang akan lebih nyaman berhubungan dengan orang lain. Baik orangtua hingga anak kecil. Selain itu, senyuman juga membuat orang menjadi lebih terbuka dan tidak kaku saat berhubungan dengan kita.

Untuk itulah wanita yang memimpin program studi timur tengah dan Islam pasca sarjana UI ini, mengajak para wanita maupun siapa saja untuk tidak ragu-ragu selalu berusaha tersenyum. “Dulu waktu muda, saya membayangkan nanti usia bertambah pasti lebih serius dan formal. Tapi ternyata nggak. Jadi dalam segala tahapan umur, kita perlu ngakak dan tertawa. Ini untuk menghilangkan stress. Tertawa itu lebih dari senyum, tapi paling nggak dengan tersenyum membuat hati lapang.”

Untuk selalu tersenyum sebenarnya tidak begitu sulit. Hanya tidak dipungkiri, senyuman seseorang biasanya dipengaruhi beban pikiran dan perasaan. “Kalau kita kesal, otomatis darah pada naik, jadi daerah bibir juga jadi kaku.”

Namun ibu 6 anak ini percaya, senyuman dapat dipelajari. “Kalau itu membuat kita lebih cantik dan menyenangkan, pasti kita akan belajar. Salah satu caranya dengan melihat foto kita sendiri. Kalau nggak senyum, sepertinya kurang enak dilihat. Jadi kita bisa belajar mencoba tersenyum di cermin. Jadi disini kita terlihat lebih cantik.”

Cara lain, Lydia menyarankan lewat humor, bacaan, maupun ber-sms dengan teman. “Jadi kita bisa ketawa sendiri dan ini membantu otot-otot bisa merenggang. Makanya nggak heran ada orang yang sudah tua, itu masih suka banyak komik. Jadi kita harus cari cara untuk tidak tegang. Karena kalau tegang, menimbulkan banyak penyakit,”ungkap wanita yang menilai bahwa sebenarnya dalam hidup, semua manusia diberi pilihan.

Baik pilihan untuk hidup sehat, pilihan menghindar dari beban persoalan maupun pilihan mengatasi persoalan dengan cara bersyukur. “Makanya kita harus gunakan sisi-sisi kreatif. Karena kita diberi akal budi. Kalau kita lagi stress tapi karena itikad baik mencoba tersenyum, itu pasti senyumannya akan terlihat palsu. Nah yang dirugikan disini ya kita sendiri. Jadi berusalah selalu mencari cara untuk bisa tersenyum. Kan senyum merupakan sedekah. Seutas senyum membuat orang lain merasa senang.

Sumber: JPNN