Senin, 30 Januari 2012

Intip 10 Rahasia Panjang Umur Wanita Jepang

Selama 25 tahun terakhir wanita Jepang telah memegang rekor dunia memiliki harapan hidup terpanjang dengan rata-rata usia 86,4 tahun. Bukan hanya wanita, pria Jepang juga memiliki harapan hidup terpanjang di antara semua pria di 192 negara di dunia. Banyak penelitian mengungkap, perbedaan ini disebabkan pola makan yang sehat.

Dalam bukunya, seorang penulis Naomi Moriyama membuat buku berjudul 'Japanese Women Don’t Get Old or Fat', Moriyama membawa pembaca ke dapur ibunya di Jepang dan mengungkapkan rahasia keluarganya untuk hidup panjang umur dan tetap sehat hingga masa tua. Ternyata rahasia awet muda masyarakat Jepang cukup sederhana, selain tetap aktif dan rajin berolahraga. Intip rahasianya seperti dikutip laman Diets In Review berikut ini.

1.Mengonsumsi makanan lengkap bervariasi

Bahan makanan di dapur masyarakat Jepang adalah berbagai makanan yang dimakan sederhana secara konsisten dan harian. Semua bahan makanan itu bukanlah bahan makanan mahal, namun mengandung tinggi nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh. Rata-rata masyarakat Jepang rajin mengonsumsi ikan, sayuran laut, sayur mayur,kedelai, beras, buah dan teh hijau.

2. Orang Jepang menikmati makanan rumahan yang dimasak sendiri setiap hari

Hidangan makanan tradisional Jepang biasanya terdiri dari ikan bakar, semangkuk nasi, sayuran yang direbus, sup miso, irisan buah untuk makanan penutup dan teh hijau. Orang Jepang merupakan pengonsumsi ikan tertinggi di dunia. Mereka mengonsumsi £ 150 ikan (68,04 kg) per tahun/ orang dibandingkan dengan rata-rata orang dunia hanya 35 kilogram per tahun. Seperti diketahui ikan mengandung dosis tinggi omega-3 asam lemak. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa mereka hidup lebih lama dan sehat. Tidak hanya Itu, fakta lain menyatakan, mereka juga rajin mengonsumsi brokoli dan sayuran lainnya. Mereka konsumsi 5 kali lebih banyak jumlah sayuran seperti brokoli, kubis, kale, kembang kol dan kubis Brussel, dibanding dengan orang Amerika.

3. Orang Jepang hanya memasak makanan yang segar

Penekanan cara memasak orang Jepang, hanya menggunakan bahan yang segar yang ada di musim itu. Menurut penulis Moriyama, "supermarket Jepang selalu mengutamakan kesegaran. Makanan tidak hanya diperhatikan tanggal kadaluarsanya saja, tapi wanita Jepang rata-rata juga selektif saat membeli ikan, daging, sayuran. Makanan yang disiapkan dihitung per setengah jam yang dikemas hari itu. "

4. Orang Jepang makan dengan porsi kecil

Menurut Moriyama, dari masa kanak-kanak mereka diajarkan untuk makan perlahan-lahan dan belajar menikmati setiap gigitan. Dan makanan yang disajikan di atas piring hanya sepertiga ukuran peralatan makan Amerika. Moriyama mengatakan, ada tata cara dan dasar-dasar cara menyajikan hidangan makanan di Jepang.

"Makanan harus segar, setiap item disajikan dalam satu piring, makanan harus dihias dan setiap item harus diatur untuk menampilkan keindahan," katanya.

5.Teknik memasak di Jepang cukup ringan dan lembut

Sebagian besar pekerjaan dilakukan di atas kompor menggunakan variasi teknik seperti mengukus, memanggang di atas panci, menumis, digoreng, dan mendidihkan makanan secara cepat dalam wajan. Koki Jepang selalu menggunakan minyak khusus untuk jantung sehat dan kaldu rasa asli dari bahan alami.

6. Orang Jepang makan nasi bukan roti setiap makan

Ini merupakan perbedaan penting antaracara makan orang Timur dan Barat.Mereka yakin, konsumsi berlebih dari tepung terigu halus merupakan penyebab utama dari obesitas di Amerika saat ini. Jika Anda terbiasa makan roti setiap hari, coba ganti dengan ukuran porsi setengah cangkir beras merah atau gandum 1-2 kali per hari.

7. Di Jepang, sarapan adalah makan yang paling dianggap penting dan terbesar

Sarapan mereka terdiri dari berbagai makanan porsi kecil yang meliputi teh hijau, nasi kukus, sup miso dengan tahu dan daun bawang, lembaran kecil rumput laut nori, telur dadar atau telur ikan atau sepotong ikan.

8. Masyarakat Jepang hanya mengonsumsi sedikit Dessert manis

Di Jepang, makanan penutup dengan rasa manis hanay disajikan dalam porsi kecil, tidak seperti di Amerika. Namun, bukan berarti coklat, kue kering, kue-kue, es krim dan kue kacang merah tidak berharga. Sebaliknya, mereka sangat menghormati tubuh mereka, ini bisa menjadi cara melawan hawa nafsu. Mereka sadar akan merugi jika terlalu banyak mengonsumsi makanan manis berlebih.

9. Orang Jepang memiliki mind-set yang berbeda tentang makanan.

Sementara orang Amerika prihatin dengan masalah diet dan berat badan, masyarakat Jepang justru dibangkitkan dan didorong untuk menikmati berbagai makanan yang lebih beragam tanpa masalah diet. Namun, saat ini masyarakat Jepang mulai berhati-hati, apalagi dengan diperkenalkannya gaya makan cepat ala barat, tingkat obesitas di kalangan anak muda Jepang mulai meningkat.

10. Olahraga merupakan bagian dari ritual harian Jepang.

Menurut sebuah cerita dalam cover majalah Time tahun 2004, berjudul 'How to Live to Be 100' tertulis bahwa, "Jepang berada dalam kesehatan yang baik dan dalam kondisi sangat baik, mereka adalah orang-orang aktif yang menggabungkan banyak latihan insidental dalam hari-hari mereka." Mereka selalu menciptakan lingkungan yang sehat dengan bersepeda di sekitar kota, berjalan, hiking, dan umumnya, mereka berusaha tetap aktif.

Sumber: VivaNews

Minggu, 29 Januari 2012

Teman Menyebalkan Bisa Bikin Kanker

Hubungan pertemanan Anda, seperti juga kebiasaan makan dan olahraga, berdampak pada kesehatan. Jadi, pastikan kalau Anda berhubungan dengan orang-orang yang menyenangkan dan tidak membawa pengaruh negatif.

Pasalnya, menurut penelitian yang dilakukan tim dari University of California, Los Angeles (UCLA), interaksi sosial yang negatif bisa meningkatkan risiko inflamasi atau peradangan. Hal ini bisa jadi pemicu penyakit darah tinggi, jantung, bahkan kanker.

Penelitian yang dipublikasi pekan ini dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, menunjukkan kalau menjadi pribadi yang periang, dikelilingi orang yang berpikiran positif dan tak memiliki interaksi negatif, adalah salah satu untuk terhindari dari penyakit.

Melibatkan 122 orang berusia muda, peneliti menganalisis kadar stres mereka dan membandingkannya dengan protein yang diproduksi tubuh, pemicu inflamasi. Mengandalkan metode kuno menangkap emosi, yaitu melalui buku harian, peneliti mencatat saat mereka mengalami kompetisi atau gesekan dalam kelompok.

Seseorang yang memiliki interaksi sosial negatif, diketahui memiliki level protein pemicu inflamasi yang lebih tinggi. Hal ini membuat mereka berisiko tinggi mengalami depresi, penyakit jantung dan kanker.

"Setiap hari Anda bisa saja berhadapan dengan pribadi yang membawa efek negatif dan memicu stres. Tanpa disadari, ini bisa jadi pemicu penyakit berbahaya," kata Nicholas Rohleder, seorang psikolog, seperti dikutip dari Daily Mail. 

Sumber: VivaNews

Kamis, 26 Januari 2012

Trik Ajarkan Pendidikan Seks Sejak Dini

Sebagian besar remaja Indonesia tak memiliki pengetahuan mengenai seksual dan bahkan menjalani gaya hidup seks bebas. Kehidupan inilah yang menyebabkan generasi muda rentan terkena penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS.

Tak mengherankan sebagian besar pengidap HIV/AIDS berada di usia produktif, yakni 20-29 tahun.

Secara gamblang, seksolog dan psikolog Baby Jim Aditya memaparkan beragam SMS yang ia terima setiap hari di sela-sela presentasinya pada seminar 'Getting to Zero: Zero New infections, Zero Discrimination, and Zero AIDS Related Death'. Mayoritas menanyakan apakah perilaku seks bebas mereka akan menyebabkan kehamilan, atau tertular HIV/AIDS.

Menurut Baby Jim kurangnya pengetahuan seksual pada anak remaja memicu keingintahuan berlebih pada anak. Apalagi, orang tua kerap kali tertutup soal seks. Alhasil, mereka memuaskan rasa keingintahuan mereka dengan bertanya pada teman, atau mencarinya di internet yang belum tentu menyediakan informasi yang benar.

Batasan-batasan dalam pacaran pun tidak jelas. Kebanyakan remaja mengetahui informasi yang salah dari internet, sedangkan tidak ada informasi yang benar agar anak tidak bingung. "Tanya sama orang tua enggak mungkin, harus ada pendidikan seks yang masuk dalam kurikulum karena cakupannya luas," ujarnya.

Sementara itu, tak jarang orang tua mendiskriminasikan pendidikan seks sesuai gender. Banyak yang menganggap bahwa pemeliharaan kesehatan reproduksi hanya tanggung jawab wanita.

"Banyak keluarga mengajarkan anak perempuan untuk menjaga keperawanannya, tapi sedikit orang tua yang mengajarkan anak laki-laki untuk menjaga keperawanan anak orang lain." tegasnya. Padahal, kerap kali hubungan seks terjadi karena paksaan dari pihak laki-laki.

Inilah mengapa orang tua harus menjadi komunikator handal untuk mengajarkan norma-norma perilaku sosial terutama yang berhubungan dengan perilaku seks. Pendidikan seks yang baik adalah yang dimulai sejak dini. Dimulai dari proses pengenalan tubuh agar anak mengenal tubuh mereka masing-masing sehingga mereka dapat menghargai tubuh orang lain.

Dalam proses pengenalan ini, orang tua juga harus mengetahui masa-masa pengenalan organ seksual anak yang dimulai sejak mereka lahir. "Kesadaran anak akan seks sebenarnya sudah terbentuk saat dia masih bayi. Ada masa oral, anal, dan genital," paparnya.

Saat anak masih bayi semua dirasakan dengan mulut karena pada saat usia 0-1 tahun dia mengenal area kenikmatan itu hanya mulut, itulah mengapa ketika dewasa ada yang dinamakan oral seks.

Lalu, mereka merasa lega saat buang air besar, menangis ketika tidak dibersihkan. Ketika dibersikan otot-otot anusnya disentuh dan dia merasa seneng. Itulah mengapa anus termasuk salah satu organ seksual.

Masa genital anak ketika anak masuk diusia 4 tahun. "Pada usia tersebut mereka tahu kalau bagian genital disentuh itu enak, makanya banyak anak yang suka memegang alat kelaminnya. Semua itu terekam dibenak mereka. Jadi, sejak dia lahir pun Anda sudah bisa ngajarin."

Mengajarkan anak tentang seks juga tak melulu harus dibicarakan secara serius. "Ketika mandi bersama anak pun, Anda bisa memberikan pengajaran dengan menamai organ-organ tubuhnya termasuk organ seksualnya dengan nama yang standar."

Menurutnya, hal ini dapat mencegah ia bertanya pada teman-temannya yang juga belum faham akan masalah tersebut. "Sembari memperkenalkan organ tubuh, orang tua bisa menanamkan nilai dengan mengatakan 'sayang ini payudara, bokong, dan vagina atau penis hanya kamu sendiri yang boleh sentuh. Kalau ada orang yang megang-megang bagian itu langsung teriak."

Secara langsung, ia menambahkan, Anda mengajarkan life skill baik pada anak laki-laki atau perempuan untuk menghargai tubuhnya dan tubuh orang lain.

Sumber: VivaNews

Tanda-tanda Anak dalam 'Bahaya'

Umumnya menjelang dan selama masa remaja anak akan mengalami beberapa episode yang sangat berpengaruh dalam hidupnya. Terlepas dari ajaran dan pendidikan orang tua, ada kalanya anak terlibat dalam masalah atau berada di 'jalan yang salah'.

Dr Karen Binder-Brynes, seorang psikolog menyatakan, sebaiknya orang tua memerhatikan semua perubahan perilaku dan gerak-gerik anak. Dr Brynes memberi beberapa hal yang diperhatikan orang tua mengenai tanda bahaya yang dialami anak.

1. Perubahan perilaku

Jika Anda menemukan adanya perubahan nyata dalam perilaku anak seperti menarik diri, depresi, atau melakukan sesuatu yang irasional, coba amati lebih jauh. Apakah buah hati sedang mengalami suasana hati yang tak biasa? Sebuah perubahan besar adalah sinyal bahaya!

2. Memiliki sekelompok teman baru

Waspadai jika anak tiba-tiba memiliki sekelompok teman. Bila Anda mempertanyakan teman-teman baru anak Anda, sebaiknya percayai insting Anda.

3. Penampilan fisik yang berubah drastis

Anak Anda tiba-tiba memiliki tindik atau tato? Apakah ia mengalami penurunan berat badan dalam waktu cepat? Apakah anak memiliki pandangan mata sayu? Hati-hati, ini dapat menandakan ada sesuatu yang sangat penting terjadi pada diri buah hati.

4. Tiba-tiba memiliki uang dan barang-barang baru

Tanpa dapat menjelaskan dari mana asalnya, anak tiba-tiba memiliki sejumlah uang atau membeli barang elektronik atau pakaian baru. Sangat penting untuk menanyakan pada diri sendiri bagaimana mereka mendapatkan uang ini. Uang tambahan bisa berarti tanda penggunaan obat terlarang atau aktivitas membahayakan lain.

5. Masalah dengan sekolah

Apakah akhir-akhir ini sekolah lebih sering menghubungi Anda? Atau, apakah nilai-nilai di rapornya anjlok tiba-tiba atau anak tidak naik kelas? Sebaiknya Anda menanyakan atau bertemu langsung dengan pihak sekolah.

Selain hal-hal ini, Dr Binder-Brynes juga menyarankan untuk memerhatikan dua hal kunci bagi orang tua, yaitu:

1. Perhatikan sinyal dari anak Anda yang lain

Saudara seringkali menjadi orang pertama yang bersuara vokal bila ada masalah dengan saudaranya. Perhatikan baik-baik, bisa jadi ini adalah sesuatu yang penting.

2. Percayai naluri sebagai orang tua

Jika meragukan ada sesuatu yang terjadi pada anak, tenangkan diri dan percayalah pada intuisi Anda sebagai orang tua.

Sumber: VivaNews

Kamis, 19 Januari 2012

Obesitas Menurun dari Ayah ke Anak

Sejumlah penelitian mengatakan bahwa biasanya anak obesitas diturunkan dari ibu obesitas. Penelitian terbaru membuktikan bahwa ayah yang obesitas lebih mungkin memiliki anak obesitas.

Sebuah penelitian dari Australia, yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity, melihat anak delapan dan sembilan tahun yang obesitas cenderung memiliki salah satu orang tua yang obesitas.

Laporan ini menemukan bahwa ayah yang obesitas, tetapi ibu yang sehat secara signifikan meningkatkan kemungkinan obesitas pada anak. Tapi, hal ini tidak berlaku sebaliknya.

Penelitian tersebut jelas melawan pendapat popular bahwa gaya hidup ibu terhadap makanan memiliki pengaruh yang lebih besar atas berat badan anak-anak mereka.

Sebelumnya, para ilmuwan telah percaya bahwa jenis kelamin keturunan yang mengalami obesitas sangat berhubungan dengan orang tua yang obesitas. Ibu yang obesitas dipercaya cenderung memiliki anak perempuan yang obesitas, sedangkan ayah yang obesitas cenderung memiliki anak laki-laki yang obesitas.

Penelitian ini dihasilkan dengan menganalisa 3.825 anak-anak. "Pesan dari penelitian ini adalah sangat penting bagi orang tua terutama ayah untuk menjaga pola makan agar menghasilkan generasi yang sehat," papar rekan peneliti Emily Freeman dari Universitas Newcastle.

Sayangnya, para peneliti belum berhasil menemukan korelasi hubungan ayah yang obesitas dengan anak yang obesitas. Namun menurut mereka, anak akan mencontoh gaya hidup ayahnya karena biasanya mereka menjadikan sosok ayah sebagai role model mereka.

Sumber: VivaNews

Sabtu, 14 Januari 2012

Studi: Stres Membuat Otak Menyusut

Bagi yang pernah merasakan, stres menyebabkan sejumlah keluhan, seperti sakit kepala dan gangguan tidur. Namun, tahukah Anda bahwa stres berkepanjangan akan mengecilkan ukuran otak?

Sebuah studi menunjukkan orang mengalami stres terus menerus dan tak dapat mengatasinya cenderung memiliki volume otak yang lebih kecil. "Stres terjadi saat hal buruk terjadi seperti perpisahan, kehilangan orang yang dicintai, atau dalam keadaan tertekan," ungkap neurobiolog Rajita Sinha, peneliti dari Universitas Yale, AS.

Stres ringan tidak akan membuat penyusutan pada sel abu-abu di kepala. Namun, perasaan tertekan dikombinasikan dengan pengalaman hidup buruk akan menyusutkan daerah abu-abu di bagian prefrontal cortex yang mengatur emosi dan pengendalian diri, tekanan darah dan gula darah.

Menurut para peneliti, penyusutan otak pada area frontal lobe merupakan tanda bahaya seseorang lebih rentan terkena penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi serta gangguan kejiwaan. Stres juga memengaruhi fungsi otak saat individu belajar.

"Stres adalah bagian alami dalam kehidupan. Tapi stres akan menjadi masalah besar bila seseorang tak dapat mengatasinya. Studi membuktikan bahwa stres telah berkontribusi pada kenaikan penyakit kronis," kata Sinha seperti diberitakan MSNBC.

Tetapi studi tentang efek kumulatif stres pada otak orang yang sehat jarang, tulis tim Sinha dalam jurnal online Biological Psychiatry. Sinha berpesan, semakin baik seseorang mengatasi stres, kondisi otak akan semakin sehat.

Sumber: VivaNews

Kamis, 05 Januari 2012

Kaki Bengkak Penanda Gangguan Kesehatan

Berjalan jauh atau berdiri dalam waktu lama memang bisa membuat kaki menjadi bengkak. Namun, jika Anda tak banyak melakukan aktivitas dan kaki terasa membesar, apalagi disertai rasa nyeri, bisa jadi itu merupakan gejala gangguan kesehatan.

Kondisi kaki memang bisa menggambarkan kondisi kesehatan Anda. Saat mengalami bengkak pada kaki, dilansir dari healthmeup.com, kemungkinan Anda mengalami empat masalah berikut.

1. Komplikasi kehamilan

Bagi wanita hamil, mengalami pembengkakan pada kak memang hal normal. Tapi, pembengkakan yang berlebihan bisa jadi gejala preeklamsia. Yaitu, kondisi tekanan darah yang sangat tinggi pada ibu hamil, yang bisa membahayakan nyawa ibu dan janin.

Jika sedang hamil dan kaki membengkak parah, disertai dengan sakit perut, buang air kecil tidak teratur, mual dan sakit kepala, segera periksakan diri ke dokter.

2. Infeksi

Pergelangan atau kaki membengkak bisa juga merupakan gejala infeksi. Terutama, jika Anda memiliki penyakit diabetes atau masalah saraf lainnya.

Sepatu yang tidak pas, menyebabkan tekanan konstan pada titik tertentu pada kaki yang bisa memicu rasa sakit dan luka yang tak bisa disembuhkan. Jadi, pastikan sepatu atau sandal yang Anda gunakan tidak terlalu sempit.

3. Pembekuan darah

Ini terjadi di pembuluh darah dan dapat menghentikan aliran kembalinya darah ke bagian-bagian penting, seperti kaki dan jantung, dan menyebabkan kaki bengkak. Pembekuan darah dapat berada di permukaan atau di bagian terdalam seperti deep vein thrombosis.

4. Gangguan ginjal atau hati

Dokter, umumnya mengatakan bahwa jika pergelangan kaki membengkak pada larut malam, merupakan tanda tubuh mempertahankan garam atau masalah jantung sebelah kanan. Selain itu bisa juga menandakan ginjal tidak berfungsi dengan baik.

Sumber: VivaNews

Racun Lebah Bisa Bikin Awet Muda

Hingga saat ini botoks memang menjadi pilihan para selebritas dunia untuk tampil awet muda. Meski terbilang aman untuk menghilangkan kerutan-kerutan pada wajah, suntikan botoks juga membuat wajah terlihat kaku dan kehilangan garis ekspresi. Tak sedikit yang menyesal karena ekspresi wajah yang dihasilkan justru terlihat palsu.

Inilah yang mendasari beberapa penelitian untuk menemukan perawatan kecantikan yang alami namun memiliki khasiat yang luar biasa pada kulit wajah. Selama 12 tahun penelitian, akhirnya para peneliti menemukan formula unik.

Yaitu, memanfaatkan racun lebah yang mungkin dapat mengalahkan popularitas botoks. Doktor Sang Mi Han dari National Academy of Agricultural Sciences di Korea Selatan, percaya bahwa racun lebah mampu mengaktifkan produksi kolagen yang sangat penting bagi kelenturan kulit.

Tak hanya itu, menurut Dr. Sang, racun lebah juga mampu meningkatkan jumlah sel keratinosit, yang berfungsi sebagai penghalang faktor eksternal yang mampu merusak kulit seperti bakteri, kerusakan akibat sinar matahari, dan hilangnya kadar air dalam kulit.

Keratinosit adalah sel-sel di lapisan atas kulit yang dibutuhkan untuk menjaga kulit dari faktor-faktor penuaan. Namun, semakin bertambahnya usia, sel tersebut berkurang dan mengakibatkan menurunnya tingkat kelenturan kulit sehingga garis-garis halus mulai muncul di permukaan kulit. Racun lebah yang telah dimurnikan telah terbukti mampu meningkatkan jumlah sel keratinosit sehingga kulit tetap lentur.

"Saya telah melakukan penelitian dan uji klinis yang membuktikan bahwa racun lebah murni, dapat membantu pembentukan kolagen dan mencegah kerusakan kulit akibat sinar matahari," ujarnya dikutip Daily Mail.

Tapi, penggunaan kosmetik dengan formula racun lebah ini akan menghasilkan efek kesemutan pada kulit. Menurut Dr. Sang Mi Han, rasa kesemutan yang terasa pada kulit sesaat setelah menggunakan kosmetik tersebut disebabkan oleh adaptasi kulit terhadap racun lebah. Saat itu pula, produksi kolagen dan elastin dirangsang sehingga kulit terasa lebih lembut dan lentur.

Kosmetik dengan formula racun lebah ini telah menjadi rahasia dari beberapa pesohor dunia seperti Duchess of Cornwall Camilla yang telah menularkannya pada Kate Middleton. Tak hanya racun lebah, kosmetik yang mengandung zat aktif mirip racun ular pun diklaim ampuh mencegah tumbuhnya garis-garis halus dan kerutan di wajah. Tak ayal, banyak selebritas yang menggunakan kosmetik ini seperti Victoria Beckham.

Sumber: VivaNews

Tangan dan Kaki Dingin, Penyakit Mengintai

Saat udara dingin, tangan dan kaki seringkali terasa dingin. Hal ini normal, sebagai cara tubuh mempertahankan kehangatan dengan cara mengurangi sirkulasi darah.

Namun, ada beberapa gejala yang harus diwaspadai yang menandakan adanya masalah kesehatan serius. Beberapa gejala yang menandakan adanya gangguan saraf atau sirkulasi sehingga membutuhkan bantuan medis.
Seperti dimuat Shine, ini beberapa di antaranya:
1. Terus-menerus mengalami rasa dingin di tangan dan kaki
2. Perubahan warna kulit
3. Rasa kebas
4. Perasaan geli
5. Luka atau lecet
6. Kulit mengencang atau mengeras

Penyakit yang terkait dengan tangan dan kaki dingin 
Menurut Mayo Clinic, penyakit yang umum terkait dengan tangan yang terasa dingin adalah anemia, penyakit Buerger, diabetes, penyakit arteri perifer (PAD), penyakit Raynaud, dan skleroderma.

Semua penyakit ini dapat mengurangi sirkulasi darah secara signifikan.  Dalam buku berjudul 'The Body Signs' yang ditulis Joan Liebmann-Smith dan Jacqueline Nardi Egan, tangan dan kaki yang terasa dingin terus-menerus juga bisa jadi karena adanya reaksi obat tertentu seperti penghambat beta dan tiroid serta obat migrain.

Frostbite
Tangan dan kaki yang sangat dingin dapat menyebabkan radang dingin (frosbite). Saat tubuh berada di bawah suhu beku dalam waktu lama, jaringan kulit dapat membeku dan menyebabkan radang dingin. Radang dingin paling sering terjadi pada tangan dan kaki, hidung, serta telinga.

Bila mengalaminya, Anda akan menjadi mati rasa atau kesemutan, dan kulit akan seputih lilin dan sulit disentuh. Pada kasus yang parah, kulit bisa melepuh dan menghitam akibat sel-sel yang mati. Jika mengalaminya, segeralah ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan darurat.
Untuk menjaga kehangatan tubuh selama udara dingin, disarankan menggunakan pakaian hangat seperti jaket, dan sarung tangan untuk membantu mempertahankan kehangatan tubuh. 

Sumber: VivaNews

Selasa, 03 Januari 2012

Studi Harvard: Susu Bukan Diet Sehat

Pusat Pendidikan dan Kesehatan Publik Harvard merilis hasil temuan penting kepada Departemen Pertanian (USDA) dan para ahli gizi mengenai 'Makanan Sehat' yang berisi panduan makan. Universitas ini merespon panduan makan terbaru versi USDA mengenai piramida makanan sehat.

Ahli gizi Harvard menyatakan bahwa panduan makanan yang dirilis universitas didasarkan pada penelitian gizi yang sehat. Dan yang lebih penting, tidak dipengaruhi industri makanan. Bukti terbesar dari penelitian adalah tidak adanya produk susu sebagai makanan sehat.

Para ahli Harvard juga menyebut bahwa, "asupan tinggi (susu) dapat meningkatkan risiko kanker prostat dan kemungkinan kanker ovarium," seperti dikutip World Healtiesh News.

Kadar lemak jenuh ditemukan paling tinggi terdapat dalam produk susu. Selain itu, ilmuwan menyebut sawi, bok choy, susu kedelai, dan kacang panggang adalah pilihan lebih aman daripada susu untuk memperoleh kalsium, yang setara dengan suplemen berkualitas tinggi.

Universitas Harvard juga mempromosikan konsumsi sayuran dan buah-buahan, serta pilihan protein sehat seperti ikan, serta kacang-kacangan.

Sumber: VivaNews

Olahraga Bikin Otak Anak Makin Encer

Ingin anak Anda cerdas? Jangan hanya menyuruh mereka duduk di meja belajar dan membaca. Sesekali ajak mereka berolahraga bersama, olahraga berkelompok mungkin akan lebih baik.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan prestasi akademis anak dan remaja.

Seperti dilansir dari Daily Mail, para ilmuwan dari Belanda mengumpulkan data dari 14 penelitian dengan jumlah responden dari 12 hingga 53 ribu anak berusia 6 tahun hingga 18 tahun.

"Menurut hasil penelitian terbaik, kami menemukan bukti kuat adanya hubungan positif aktivitas fisik dengan peningkatan akademis anak," ujar penulis penelitian Dr Amika Singh dari Universitas Vrije di Amsterdam, pada jurnal Archives of Paediatrics & Adolescent Medicine.

Menurutnya, aktivitas fisik membantu kemampuan mental dengan meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak sehingga stres akan berkurang dan suasana hati akan meningkat.

Olahraga juga akan meningkatkan faktor pertumbuhan yang membantu menghasilkan sel saraf baru dan membantu menghubungkan kembali neuron.

Karena penelitian dengan kualitas metodologi tinggi yang menghubungkan antara aktivitas fisik dengan kinerja akademik sedikit, "penelitian berkualitas tinggi dibutuhkan untuk mengetahui dosis respon antara aktivitas fisik dengan prestasi akademis sehingga dibutuhkan instrumen pengukuran yang valid dan diakui untuk menilai hubungan ini," paparnya.

Sumber: VivaNews