Selasa, 08 November 2011

Orang Hipertensi Sulit Bedakan Emosi

Selama ini, masalah hipertensi selalu dihubungkan dengan penyakit stroke. Namun, riset terbaru menunjukkan, orang dengan hipertensi cenderung mengalami penurunan kemampuan membaca reaksi orang dan tidak dapat membedakan reaksi marah serta bentuk emosi lainnya.

James A McCubbin, professor psikologi dari Clemson University, Amerika Serikat, dan koleganya telah membuktikan bahwa penderita hipertensi lebih cenderung mengalami penurunan kemampuan dalam mengenali rasa marah, takut, sedih, dan ekspresi wajah.

"Sebagai contoh, jika atasan di tempat kerja Anda marah, Anda sering keliru dan mungkin mengira bahwa dia hanya bercanda," kata McCubbin, seperti dilaporkan dalam Journal Psychosomatic Medicine.

"Hal ini dapat menyebabkan miskomunikasi, penurunan efektivitas kerja, dan meningkatnya tekanan psikososial. Pada beberapa orang, hal ini mungkin akan menyebabkan salah tafsir karena tidak bisa membedakan antara humor dan marah," ujar McCubbin.

McCubbin mengatakan, ketidakmampuan seseorang untuk membaca kondisi emosional pada ekspresi wajah atau komunikasi verbal akan membuat mereka mendapat lebih banyak masalah karena tidak sepenuhnya dapat membedakan ancaman yang ada di sekitarnya.

Menurutnya, hubungan antara hambatan membaca emosi dan tekanan darah tinggi diyakini turut berperan dalam perkembangan hipertensi dan risiko menderita penyakit jantung.

"Menurunnya emosi positif dapat menghilangkan salah satu manfaat menyembuhkan dari hubungan pribadi, hobi, ataupun liburan," ujarnya.

Sumber: KompasCom

Senin, 07 November 2011

INGIN TAHU BERAPA HARGA CUSTOMER ANDA???

Perasaan bangga dan tersanjung adalah salah satu kunci yang sering berhasil membuat customer mencintai anda dan bisnis yang anda jalankan. Menjadikan ia merasa dipentingkan, dihormati, dan spesial adalah cara yang paling simple dan tidak memerlukan biaya tinggi bagi bisnis anda untuk memenangkan hati customer. Dalam bahasa inggris disebut “Delighted Customer”.

Ada satu percakapan yang terjadi di sebuah warnet.

Seorang customer yang baru pertamakali datang ke warnet bertanya kepada OP warnet, “Mas, bagaimana panjenengan bisa begitu bagus dalam memberikan service kepada customer? Panjenengan kuliah di mana? Apa jurusan perhotelan? Saya pengin tahu, lho!”

OP warnet tersenyum dengan pertanyaan dari customer yang baru dilihatnya sekali masuk ke warnet tempat kerjanya.

“Jika saya boleh bertanya, mas! Berapa jumlah uang yang mas habiskan untuk sekali browsing di internet?” tanya OP warnet kepada customer yang baru pertamakali datang ke warnet tersebut.

Customer itu menjawab, “Kira-kira 10.000,00.”

“10.000,00, ya?” OP warnet sedikit memberikan tekanan pada suaranya sambil melakukan konfirmasi dengan menuliskan angka tersebut pada secarik kertas.

Selanjutnya si OP warnet bertanya kembali, “Dalam satu bulan, kira-kira, berapa kali mas browsing di internet?”

“20 kali atau mungkin lebih dari 30 kali,” jawab customer.

“Baik, anggaplah dalam satu bulan mas-nya browsing di internet sebanyak 20 kali. Jadi, dalam satu bulan mas-nya menghabiskan 200.000,00 dan dalam satu tahun mas-nya menghabiskan 2.400.000,00. Apakah ada yang salah dengan hitungan saya, Mas?” tanya OP warnet kepada customer tersebut.

Customer menganggukkan kepala dan bagi si OP warnet itu dianggap sebagai tanda persetujuan.

“Kira-kira, sejak kapan mas mulai browsing di internet dan sampai kapan mas akan melakukan itu (browsing)?” lanjut OP warnet.

“Hahahahahahaha... panjenengan itu lucu ya???? Tanya kok sampai kapan???? Saya ya tidak tahu sampai kapan, inginnya si seumur hidup, hahahahahaha...” jawab customer dengan tidak menunjukkan sebuah jawabanpun.

Si OP warnet tidak kehilangan akal, “Bagaimana jika seumur hidup itu saya artikan 1000 tahun? Apakah mas-nya keberatan?”

“Hahahaha... tidak laaah!!! Kok seperti “wong ngimpi”, yang realistis saja. Saya mulai kenal internet sejak umur 10 tahun, anggaplah usia saya sampai 60 tahun, jadi kira-kira browsing selama 50 tahun, hitungan ini tidak mendahului takdir lho! Hanya untuk memudahkan saya menjawab pertanyaan panjenengan,” jawab customer sambil tertawa, tertawa yang cukup membuat customer lain berdiri sejenak untuk melihat apa yang ditertawakan.

“Jika dalam satu tahun mas-nya menghabiskan uang 2.400.000,00 untuk browsing, maka dalam 50 tahun mas-nya menghabiskan 120.000.000,00 untuk browsing, mudah-mudahan saya tidak salah menghitung mas!” lanjut OP warnet sambil meminta persetujuan.

“Banyak juga ya, Mas?” customer itu menimpali.

“Banyak sekali!!!” cepat OP warnet menanggapi.

“Mas, sebenarnya saya tidak kuliah, atau mungkin lebih tepatnya saya merupakan salah satu orang yang gagal dalam pendidikan, anggap saja begitu. Sedangkan kaitannya dengan customer, saya selalu berusaha memandangnya dari sudut pandang itu. Satu orang customer saya berharga 120 juta, meskipun ia hanya menghabiskan 10.000,00 pada saat datang. Uang itu yang menjaga kelangsungan warnet ini, terutama menjaga kelangsungan hidup saya dan keluarga saya. Uang dari customer yang menjadi sumber penghasilan bagi warnet, nantinya akan dibagikan sebagai gaji untuk saya, saya punya keluarga, saya harus membiayai istri dan persiapan kelahiran calon anak saya, pada akhirnya nanti menyekolahkan anak saya, penghasilan saya hanya pada warnet ini. Jika customer seperti mas-nya datang dan tidak menyukai warnet kami karena OPnya tidak welcome, enggan untuk menghormati customer, serta hal-hal sepele lain yang bisa mengganggu suasana browsing, pada akhirnya nanti mas-nya hanya akan menghabiskan 10.000,00 saja. Akan tetapi, mas-nya tetap akan menghabiskan 120 juta kan???” tanya OP warnet di akhir uraiannya yang panjang lebar.

“Oh, ya jelas lah!!! Saya kan hobi browsing!!!!” tegas customer cepat.

“Ya, mas. Tapi mungkin mas-nya akan memilih warnet yang lain, yang juga punya karyawan, di mana karyawannya juga ingin memiliki hidup yang baik, maka apabila mereka menangkap peluang itu, maka karyawan tersebut akan terjamin kelangsungan hidupnya,” lanjut OP warnet.

Customer tidak berkomentar, akan tetapi tatapan matanya menunjukkan ketertarikan pada uraian OP warnet tadi.

“Oleh karena itu, saya berusaha untuk memberikan yang terbaik sekuat kemampuan saya untuk memenangkan 120 juta demi kelangsungan hidup keluarga saya, karena customer adalah penentu kehidupan saya,” akhir kata dari OP warnet.

Customer sangat penting bagi kelangsungan suatu bisnis yang anda jalankan. Loyalitas customer adalah jaminan masa depan yang paling pasti untuk kehidupan dunia bisnis. Jangan lihat berapa uang yang customer bayar hari ini, lihatlah berapa yang ia sumbangkan untuk kita apabila ia menjadi pelanggan seumur hidup, apalagi jika ia berhasil membawa customer lain datang dan menjadi pelanggan setia bisnis kita.

Anda bisa mulai menghitung berapa nilai customer anda sekarang?

Minggu, 06 November 2011

Menghilangkan Bau Prengus Daging Kambing

Salah satu hal yang membuat banyak orang malas untuk mengolah sendiri daging kambing adalah daging kambing biasanya memancarkan bau prengus. "Bau prengus ini berasal dari feromon yang dihasilkan tubuh kambing, terutama kambing jantan," ujar Chef Haryo Pramoe, dalam acara "Berbagi Kehangatan Masakan Kambing Bango Jelang Perayaan Idul Adha" di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan bau prengus dari daging kambing.
  1. Teknik memotong. "Yang paling penting adalah bagaimana cara menyembelihnya," ujar Chef Haryo. Menurutnya, jika Anda memutuskan untuk menyembelih kambing, jangan gunakan tangan yang sama untuk memotong dan menguliti daging. Bau prengus ini terutama berada di tanduk kambing sehingga jika tangan kiri Anda sudah memegang tanduk dan menguliti kambing, jangan gunakan tangan yang sama untuk memegang bagian dagingnya.
  2. Proses aging. Sebelum diolah lebih lanjut, daging ini jangan langsung dimasak karena selain akan menimbulkan bau prengus, juga akan membuat daging kambing terasa lebih alot karena kambing ini disembelih dalam keadaan tegang. Setelah daging dikuliti, sebaiknya gantung kambing utuh ini dengan posisi terbalik kepala di bagian bawah, atau yang biasa disebut sebagai proses aging. "Proses ini bertujuan menghilangkan sisa darah yang masih ada dalam tubuh kambing," ujarnya. Proses aging ini dilakukan selama sekitar 24 jam. Alternatif lain adalah memasukkannya ke dalam lemari es dengan suhu 4 derajat celsius dan membungkusnya dengan handuk bersih.
  3. Minimalkan penggunaan air. Banyak orang yang menyarankan agar tak berbau prengus, daging kambing sebaiknya tidak dicuci. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar. "Sebenarnya tidak masalah jika harus dicuci, namun harus segera dikeringkan kembali dengan handuk bersih," ujarnya. Namun, hindarkan seminimal mungkin daging kambing dari air jika belum akan diolah.
  4. Tambahkan ketimun. Remas daging kambing yang sudah dipotong-potong bersama dengan irisan ketimun selama beberapa menit. Getah dalam ketimun bisa membuat aroma prengus daging kambing ini benar-benar hilang.
  5. Gunakan bumbu dapur. Untuk menghilangkan bau prengus, gunakan campuran beberapa bumbu dapur seperti kunyit, jahe, salam, sereh, dan lengkuas yang sudah dihaluskan ke dalam campuran rebusan. Bumbu-bumbu halus ini diyakini bisa menghilangkan bau prengus ketika daging direbus sampai daging ini empuk.
Sumber: KompasCom

Sabtu, 05 November 2011

Musik Pengaruhi Hasrat Berbelanja

Satu lagi yang harus dipertimbangkan para pemilik pusat perbelanjaan atau restoran demi kenyamanan pelanggan. Jangan pernah memutar musik yang menggangu, atau pelanggan akan buru-buru pergi.

Musik yang diputar di pusat perbelanjaan atau restoran, mungkin selama ini dianggap pelengkap saja. Padahal, faktanya musik sangat memengaruhi hasrat belanja dan kondisi perasaan para pelanggan. Hal ini merupakan hasil studi dari Immedia Plc, perusahaan yang mengembangkan strategi musik untuk bisnis retail.

Mereka melakukan penelitian pada 1.000 orang yang berbelanja di toko dan pusat perbelanjaan. Diketahui, tiga-perempat calon pembeli mengaku langsung menyadari musik yang diputar, begitu masuk ke pertokoan. Lalu, sebanyak 40 persen calon pembeli mengaku tidak akan betah jika musik yang diputar terdengar mengganggu.

Penelitian itu meminta tanggapan responden seputar musik yang diputar di pusat perbelanjaan. Lalu, bagaimana efeknya terhadap kondisi fisik dan emosi mereka. Hasilnya, sebanyak 49 persen calon pembeli mengaku, betah berlama-lama jika mereka menyukai musik yang diputar.

Juga diketahui, sebesar 50 persen calon pembeli akan meninggalkan pusat perbelanjaan jika musik yang diputar terdengar sangat menggangu. Dan sebanyak 23 persen mengaku segan untuk kembali ke pertokoan tersebut.

"Audio adalah cara efektif untuk mencuri perhatian dan membangkitkan imajinasi orang yang masuk ke dalam pertokoan atau restoran," kata Bruno Brookes, kepala eksekutif Immedia Plc, dikutip dari Daily Mail.

Menurut Dr. Vicky Williamson, psikolog yang juga penasihat di Immedia Plc, musik memang berpengaruh terhadap kondisi perasaan, emosi dan level energi. Jadi, tak heran kalau musik juga memengaruhi hasrat Anda berbelanja atau saat makan di restoran.

"Studi menunjukkan kita secara alami dipengaruhi musik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berbelanja," kata Williamson.

Sumber: VivaNews

Jumat, 04 November 2011

Kurang Minum Picu Diabetes

Mereka yang minum kurang dari dua gelas per hari memiliki potensi mengembangkan gangguan kadar gula dalam darah. Kondisi ini mengarah pada pra-diabetes yang pada akhirnya menempatkan mereka pada risiko diabetes.

Dalam sebuah studi baru, orang dewasa yang hanya minum setengah liter atau sekitar dua gelar per hari lebih mungkin mengembangkan gangguan kadar gula darah pra-diabetes, dibandingkan mereka yang banyak minum.

Temuan tersebut hanya menunjukkan korelasi antara asupan air dalam tubuh dan kadar gula darah. "Tidak membuktikan sebab akibat," kata peneliti senior Lise Bankir, dari lembaga penelitian nasional Perancis INSERM, kepada Reuters, seperti dikutip dari Fox News.

Berdasar penelitian tersebut, hubungan itu terkait dengan produksi hormon vasopressin. Hormon yang juga dikenal sebagai hormon antidiuretik, itu berperan membantu mengatur retensi air di tubuh. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kadar vasopressin akan meningkat, dan membuat ginjal menghemat air. Namun, kadar vasopressin yang tinggi juga meningkatkan kadar gula darah.

Bankir mengatakan bahwa reseptor vasopressin terdapat di dalam hati, organ yang bertanggung jawab memproduksi gula di tubuh. Sebuah studi menemukan bahwa menyuntikkan vasopressin di tubuh orang sehat dapat memicu lonjakan gula darah seketika.

Penelitian tersebut melibatkan 3.615 orang dewasa di Prancis usia 30 hingga 65 tahun yang memiliki kadar gula darah normal. Sekitar 19 persen terbiasa minum kurang dari setengah liter air setiap hari. Sisanya, minum satu liter atau lebih air setiap hari.

Temuan ini didasarkan pada 3.615 orang dewasa Perancis yang berusia antara 30 dan 65, dan memiliki tingkat gula darah normal pada awal. Sekitar 19 persen mengatakan mereka minum kurang dari setengah liter (17 ons) air setiap hari, sedangkan sisanya minum sampai satu liter atau lebih.

Sembilan tahun selanjutnya, 565 peserta penelitian terdiagnosis mengembangkan kadar gula darah tinggi. Bahkan, 202 lainnya mengembangkan diabetes tipe 2. Mereka yang mengalami gangguan kadar gula darah mayoritas memiliki kebiasaan minum kurang dari setengah liter per hari.

Meski demikian, apakah konsumsi banyak air putih bermanfaat mengurangi risiko gangguan kadar gula darah masih membutuhkan penelitian lanjutan.

Sumber: VivaNews

Kamis, 03 November 2011

Mangga, Si Raja Buah yang Kaya Gizi

Mangga adalah buah yang populer kandungan nutrisinya yang kaya; serta rasanya yang manis dan aromanya yang unik. Buah super dengan nama latin Mangifera Indica ini termasuk salah satu buah tropis yang hanya tumbuh pada musimnya.

Mangga matang dengan ukuran panjang 5 sampai 15 cm, serta lebar 4 sampai 10 cm dengan bentuk yang khas "mangga", yaitu oval atau bulat. Bobotnya berkisar dari 150 gram hingga 750 gram.

Kulit luar mangga halus berwarna hijau, kuning keemasan, kuning terang atau oranye. Daging buahnya berair, kaya rasa, sedikit serat dan memiliki rasa manis dengan tingkat kemasaman yang rendah.

Manfaat Mangga untuk Kesehatan

Buah mangga kaya akan serat makanan pre-biotik, vitamin, mineral, dan senyawa flavonoid antioksidan poli-fenolik.
  1. Menurut studi penelitian baru, buah mangga terbukti dapat melawan penyakit pada usus besar, serta kanker leukemia, payudara, dan prostat. Beberapa studi percobaan menunjukkan bahwa adalah senyawa polifenol anti-oksidan dalam mangga sebagai penawar perlindungan terhadap kanker.
  2. Buah mangga adalah sumber Vitamin A dan flavonoid seperti beta-karoten, alfa-karoten, dan beta-cryptoxanthin. Dalam 100 gram buah mangga segar, terkandung 765 mg, yang juga setara 25% kebutuhan harian, vitamin A. Kandungan ini sangat baik untuk kesehatan mata, serta selaput lendir dan kulit.
  3. Mengkonsumsi buah yang kaya karoten juga dapat melindungi tubuh dari kanker paru-paru dan rongga mulut.
  4. Mangga segar adalah sumber kalium, komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah. Mangga juga mengandung pektin, bahan serat yang dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam tubuh.
  5. Buah ini juga menjadi sumber vitamin B6 (pyridoxine), C dan E. Konsumsi makanan yang kaya vitamin C membantu tubuh mengembangkan resistensi terhadap penyakit menular dan radikal bebas berbahaya. Sedang Vitamin B-6 diperlukan untuk produksi hormon GABA di otak yang mengontrol kadar homocystiene dalam darah. Vitamin E antara lain bermanfaat bagi kesehatan kulit dan dalam pengaturan hormon seks seseorang.
  6. Selain itu kandungan zat besi dalam bentuk mangan dan seng juga baik untuk produksi sel darah merah, sehingga disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan penderita anemia.

Sumber: CyberNews

Pertolongan Pertama Pasca Serangan Jantung

Serangan jantung merupakan salah satu penyebab kematian paling tinggi di seluruh dunia. Sebagian besar kematian akibat kurangnya pertolongan medis sesaat setelah serangan terjadi.

Itu sebabnya, penting untuk mengetahui bagaimana penanganan pertama pada orang yang diduga mengalami serangan jantung.

Patut diingat, setiap detik setelah terjadinya serangan jantung sangat berharga, sehingga dibutuhkan tindakan cepat. Berikut cara melakukan pertolongan pertama, dikutip dari Times of India.
  1. Jangan tinggalkan orang yang baru saja mengalami serangan jantung dan jangan memberikan apa pun lewat mulut. Jika pasien sadar dan merasa sedikit lebih baik, segera bawa ke rumah sakit terdekat secepat mungkin.
  2. Tak ada obat-obatan rumah tangga untuk mengatasi serangan jantung. Selama di jalan, jaga agar posisinya tetap berbaring, longgarkan pakaiannya, dan bergegaslah ke rumah sakit.
  3. Berikan satu tablet aspirin untuk dikunyah sebelum ditelan, atau tempatkan satu tablet Sorbitrate di bawah lidahnya. Namun, jika dia berkeringat yang menandakan penurunan tekanan darah, jangan berikan.
  4. Anda juga dapat memberikan sesendok gula di bawah lidahnya sesering mungkin. Jangan memberikan minuman manis.
  5. Jika dia merasa sesak nafas, angkat badannya sebagian dan minta dia batuk sesekali.
  6. Jika orang tersebut tidak sadar dan tidak responsif, lakukan CPR (cardio pulmonary resuscitation). Beri tekanan pada bagian dada dan pernafasan buatan dari mulut ke mulut.
  7. Jangan tergantung pada pertolongan pertama, capailah rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas perawatan ICU canggih untuk jantung.
  8. Jangan mendatangi klinik rawat jalan. Sebaiknya segera mendatangi bagian unit darurat dan biarkan pasien memperoleh penanganan ahli.
Umumnya, dokter akan memberi obat yang mengurangi gumpalan darah atau langsung melakukan Angiografi dan Angioplasti primer. Angiografi dan Angioplasti primer memberi hasil ideal pada 90 menit pertama setelah serangan jantung.

Sumber: VivaNews