Sabtu, 12 November 2011

Cara Tingkatkan Kecerdasan Mental Anak

Tumbuh kembang anak tak hanya didukung dari asupan makanan bergizi, tetapi juga dari pertumbuhan emosi dan mental. Untuk itu, diperlukan berbagai stimulasi agar menumbuhkan kemampuan mental buah hati.

"Sudah mulai banyak ibu yang menyadari bahwa perkembangan anak tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga dari emosi. Berbagai stimulasi dapat diberikan sejak dini agar anak dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan," ujar Prita Pratiwi, psikolog anak, ketika ditemui VIVAnews.com di ajang Bebestar, Jakarta, Sabtu, 12 November 2011.

Ada banyak cara untuk mengembangkan bakat anak. Dari memberikan permainan-permainan yang melatih ketangkasan hingga mengikutsertakan anak pada lomba bakat anak. Lomba-lomba bakat disinyalir dapat menstimulasi perkembangan mental anak.

Selain mengasah bakat yang dimilikinya, lomba dapat memicu anak untuk mengeksplorasi diri dan lingkungan, sehingga ia kelak tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan berani.

Di usia dua tahun ke atas, anak akan mulai berinteraksi dengan lingkungan di luar keluarga dan lebih mengeksplorasi dirinya. Tak heran anak-anak di usia itu akan sering bertanya tentang apa yang terjadi di dunia luar. "Ini harus dimanfaatkan oleh orang tua untuk memberikan nilai-nilai positif. Seperti, mencari tahu di buku bacaan, atau mengikuti lomba agar mereka dapat berinteraksi dengan teman sebaya mereka," papar Prita.

Selain memberikan sarana bagi anak untuk mengekspresikan diri, lomba dapat juga menjadi sarana yang baik untuk semakin mendekatkan orang tua dan anak. Orang tua akan semakin memahami bakat dan emosi anak dengan melihat keberanian mereka untuk tampil di depan umum.

Tak hanya itu, orang tua dan anak akan kompak memersiapkan segala keperluan lomba bersama-sama. Dari mulai latihan bersama hingga kostum yang akan digunakan.

Namun, ajang lomba bakat anak ini sering menjadi ekspresi ambisi orang tua agar anak mereka terkenal. Tentu hal ini akan berdampak negatif pada mental anak. "Jika orang tua yang memaksa, sedangkan anak tidak ingin ikut serta tentu akan memberikan dampak negatif pada anak bahkan hingga dewasa. Mereka akan tumbuh menjadi anak yang penakut karena mereka selalu menuruti ambisi orang tua mereka."

Karena peran orang tua sangat penting dalam tumbuh kembang anak, orang tua pun harus lebih bisa bijak menyikapi segala hal yang dapat menstimulasi perkembangannya, baik intelektual maupun mental. Intinya, biarkan anak bebas berekspresi. "Ketika mereka gagal, berikan semangat positif, jangan dimarahi," ujarnya.

Sumber: VivaNews

Jumat, 11 November 2011

Lemak Pinggang Pemicu Kanker Ovarium

Sebagian besar orang tentu ingin memiliki pinggang ramping dan perut yang rata. Selain bermanfaat bagi kecantikan dan penampilan tubuh, ukuran pinggang juga memengaruhi risiko kesehatan seorang wanita terutama kemungkinan terkena kanker ovarium.

Para peneliti menemukan, timbunan lemak di sekitar pinggang memicu proliferasi kanker ovarium. Dalam 80 persen kasus, tumor menyebar persis di dalam area timbunan lemak saat penyakit ini didiagnosis.

Kelenjar lemak terletak di bagian atas perut yang berguna mendukung organ-organ. Peningkatan kelenjar lemak sering disertai oleh pertumbuhan tumor. Kesimpulan ini telah dibuat oleh para ilmuwan dari Universitas Chicago yang melakukan percobaan pada tikus dibawah pengawasan Profesor Ernst Lengyel.

Mereka mengambil sel kanker ovarium lalu menyuntiknya ke dalam perut tikus sehat. Hanya dalam 20 menit, sel-sel ini mencapai kelenjar lemak. Mereka menemukan, sinyal protein yang dipancarkan oleh kelenjar lemak, menarik sel-sel kanker. Mengurangi lemak di perut akan membantu mengurangi datangnya sel kanker setidaknya 50 persen.

Selain itu, setelah menembus kelenjar lemak, sel kanker mulai berubah dan menerima nutrisi dari sel-sel lemak. Akibatnya, kanker tumbuh lebih cepat.

Menurut para peneliti yang dikutip Genius Beauty, sebuah protein yang mengikat asam lemak (FABP4) mungkin memainkan peran kunci dalam proses ini. Faktanya adalah bahwa sel-sel kanker menghasilkan konsentrasi besar FABP4 pada kelenjar lemak.

Dengan cara memblokir protein ini, pengangkutan nutrisi dari sel-sel lemak yang berubah menjadi kanker bisa berkurang signifikan. Pertumbuhan tumor juga bisa dikurangi dengan memutus kemampuan membentuk pembuluh darah baru.

Sumber: VivaNews

Makanan Dibakar Tingkatkan Risiko Kanker

Lebaran haji atau Idul Adha identik dengan acara bakar sate, baik dari daging sapi atau kambing. Para ilmuwan menyatakan pilihan mengolah makanan dapat memberi dampak buruk bagi kesehatan.

Dibandingkan dengan cara direbus, memasak daging dengan cara dibakar meningkatkan risiko terkena kanker hingga dua kali lipat, meskipun daging dimasak hingga matang. Para ilmuwan menemukan daging yang dibakar atau digoreng menyebabkan terjadinya mutasi karsinogenik di permukaan makanan.

Studi para ilmuwan Institut Kesehatan Publik Norwegia meneliti tikus sebagai model yang diharapkan dapat mencerminkan kondisi yang sama pada manusia. Mereka menemukan manusia memiliki enzim tertentu yang disebut sulfotransferases (sult) pada beberapa bagian tubuh mereka. Namun, enzim ini hanya terdapat pada hati tikus.

Enzim sult berfungsi mengubah beberapa zat dalam makanan menjadi kurang berbahaya. Namun, enzim ini juga memiliki kemampuan mengubah makanan menjadi zat karsinogenik atau penyebab kanker.

Para peneliti mengatakan, "Tikus-tikus yang mengasup makanan mutagen paling banyak ditemukan pada ikan dan daging yang dibakar."

"Kami ingin mempelajari perkembangan tumor usus pada tikus yang sering mengasup makanan yang dibakar dan digoreng serta membandingkannya dengan perkembangan tumor pada tikus normal yang diberi makanan mutagen yang sama," ungkap ilmuwan seperti dilansir Daily Mail.

Hasilnya, ilmuwan menemukan, tumor usus meningkat dari 31 persen menjadi 80 persen pada tikus yang makan daging yang dibakar, sama seperti manusia.

Namun, jangan deg-degan dulu, ilmuwan juga mencatat bahwa tikus bukanlah model sempurna untuk menilai risiko kesehatan pada usus manusia akibat konsumsi makanan mutagen.

Sumber: VivaNews

Gandum Turunkan Risiko Kanker Usus

Makan roti atau sereal gandum tiga kali sehari mampu mengurangi risiko terjadinya kanker usus.

Seperti dilansir dari Daily Mail, gandum sebelumnya diketahui sangat baik untuk kesehatan jantung. Belum banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat gandum untuk pencegahan kanker.

Penelitian pertama terjadi di tahun 1960an yang mengatakan bahwa serat membantu fungsi usus sehingga mencegah munculnya kanker usus. Namun sayang, penelitian ini belum memliki cukup bukti.

Penemuan terbaru yang diterbitkan oleh British Medical Journal dari hasil analisa 25 penelitian menunjukkan bahwa menambahkan tiga porsi (90 gram) gandum pada asupan sehari-hari membawa penurunan 20 persen risiko kanker usus.

Dr Dagfinn Aune dari Imperial College London mengatakan kandungan magnesium dan folat pada gandum disinyalir yang menjadi kunci manfaat terhadap penurunan risiko kanker.

Namun, yang mengejutkan adalah mereka tidak menemukan bukti signifikan yang mengatakan bahwa makan kacang-kacangan seperti kacang polong, lentil, dan tanah atau buah dan sayuran akan menjaga manusia dari kanker. Padahal sebelumnya disebut bahwa buah dan sayuran membantu mengurangi risiko karena adanya zat-zat lain selain serat buah dan sayuran.

Namun, Profesor Anne Tjonneland, dari Danish Cancer Society, mengatakan, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan mekanisme biologis yang bertanggung jawab atas manfaat serat gandum, buah, dan sayuran.

Sumber: VivaNews

Kamis, 10 November 2011

7 Cara Kurangi Risiko Terkena Stroke

Beberapa tahun terakhir, peningkatan penyakit tidak menular terus meningkat. Penyakit stroke, misalnya, serangan yang menyebabkan kematian jaringan pada otak itu, kini menjadi ancaman cukup serius, di samping juga penyakit lainnya seperti jantung, hipertensi, dan diabetes.

David Spence, MD, Direktur Pusat Pencegahan Stroke Robarts Research Institute di Kanada mengatakan, peluang kematian terkait penyakit ini sebesar 20 persen, sebesar 40 persen menjadi cacat dan 25 persen bersiko mengalami cacat berat.

Sementara itu, David Wiebers, MD, profesor neurologi di Mayo Clinic, mengungkapkan, sebanyak 50-80 persen risiko stroke dapat dicegah. "Caranya, memulai perubahan gaya hidup sehat sejak usia 25, 35, atau 45 tahun. Dengan demikian, Anda dapat memperkecil risiko stroke di usia 60, 70, atau 80-an," katanya.

Berikut ini adalah 7 (tujuh) langkah cermat mengurangi risiko terkena serangan stroke.

1. Minum air

Para peneliti Loma Linda University menemukan, pria yang meminum lima gelas air atau lebih setiap hari dapat memangkas risiko stroke sebesar 53 persen jika dibandingkan dengan orang yang minum kurang dari tiga gelas. Air membantu mengencerkan darah yang pada gilirannya memperkecil kemungkinan untuk membentuk bekuan darah, menurut Jackie Chan, DrPH, selaku peneliti utama. "Anda harus minum air sepanjang hari untuk menjaga darah tetap encer, dimulai dengan satu atau dua gelas di pagi hari," ujar Dr Chan.

2. Kurangi minum soda

Peneliti dari Loma Linda University juga menemukan, pria yang minum dalam jumlah besar cairan lain selain air sebenarnya memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke (46 persen). Sebuah teori mengatakan, konsumsi minuman bergula seperti soda akan memicu keluarnya air dari aliran darah, dan menyebabkan penebalan darah.

3. Hindari stres

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Stroke, para peneliti melibatkan 2.100 pria untuk mengetahui kaitan antara kecemasan dan stroke. Hasilnya diketahui bahwa pria yang selalu merasa cemas tiga kali lebih mungkin untuk mengalami stroke iskemik ketimbang pria yang lebih tenang.

"Kecemasan menyebabkan kelebihan produksi kronis dopamin, suatu neurotransmitter yang mengatur kontrol dari sirkulasi otak," kata Ernest Friedman, MD, profesor psikiatri dari Case Western Reserve University.

4. Jauhi asap rokok

Peneliti dari University of Auckland menemukan bahwa orang terpapar asap rokok adalah 82 persen lebih mungkin menderita stroke dibanding mereka yang tidak pernah menghirup.

"Untuk menghilangkan setiap bit tunggal dari karbon monoksida, Anda harus menghirup udara segar selama sekitar 8 jam. Tetapi, sebagian besar karbon monoksida akan hilang dari tubuh Anda dalam satu jam pertama," kata Laurence Fechter, PhD, profesor toksikologi di University of Oklahoma.

5. Kurangi kadar homosistein

Mengonsumsi beberapa jenis vitamin dan mineral dapat menurunkan kadar homosistein yang berhubungan dengan terjadinya stroke. Asupan tambahan folat akan membantu mengurangi risiko stroke, tetapi hanya untuk beberapa orang.

"Sebanyak 50-60 persen tidak akan merespons dengan homosistein yang lebih rendah," kata Seth J Baum, MD, Direktur Medis Mind/Body Medical Institute, sebuah afiliasi Harvard.

Dr Baum merekomendasikan 1.000 mikrogram (mcg) asam folat, ditambah 25 miligram (mg) vitamin B6, 1.000 mcg B12, dan 1.800 mg asam amino N-asetil-sistein (NAC). "Dengan folat, B6, B12, dan suplemen NAC, hampir semua orang akan memiliki kadar homosistein yang normal," kata Dr Baum.

6. Aerobik

Latihan aerobik adalah obat antistroke. "Latihan teratur dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol HDL, menurunkan kolesterol LDL, dan mengurangi kelengketan darah," kata Jerry Judd Pryde, MD, seorang psikiater dari Cedars-Sinai Hospital di Los Angeles.

7. Vaksin flu

Peneliti Perancis menemukan, orang yang mendapatkan vaksin flu setiap tahun selama lima tahun, 42 persen lebih rendah risikonya mengalami stroke dibandingkan mereka yang tidak.

"Infeksi kronis dan peradangan dapat menyebabkan kerusakan pada arteri dan meningkatkan risiko penggumpalan darah," kata Pierre Amarenco.

Sumber: KompasCom

Waspadai Penyakit Trigeminal Neuralgia

Bila Anda tiba-tiba merasakan wajah seperti terkena sengatan listrik atau ditusuk-tusuk atau gigi terasa linu sesaat dan berulang-ulang, jangan buru-buru datang ke dokter gigi apalagi minta dicabut. Sebab, mungkin Anda tengah mengalami penyakit langka, yaitu trigeminal neuralgia. Penyakit ini adalah gangguan pada saraf wajah atau saraf kepala yang kelima.

Trigeminal neuralgia atau nyeri saraf adalah nyeri yang terjadi di daerah nervus (saraf) trigeminus. Disebut trigeminus karena memiliki tiga cabang, yaitu ophthalmic branch (melayani daerah mata dan dahi), maxillary branch (melayani daerah pipi, rahang atas dan gigi atas), dan mandibular branch (melayani daerah rahang bawah dan gigi bawah). Ketiga cabang ini mengumpul di satu kumpulan sel saraf yang disebut ganglion trigeminus yang seterusnya akan berlanjut ke dalam batang otak.

Karena memiliki tiga cabang, rasa nyeri ini bisa menjalar ke daerah yang dipersarafinya. Ada yang merasakan nyeri di dahi, mata, gigi, kulit wajah, pipi ataupun lidah. Rasa nyeri setiap orang yang terkena penyakit ini berbeda-beda letaknya.

Spesialis saraf dari Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk, dr Antonius Adinatha, mengatakan, rasa nyeri ditimbulkan karena adanya persentuhan saraf tersebut dengan pembuluh darah. Persentuhan pembuluh darah disebabkan letak pembuluh darah yang berdekatan dengan saraf tersebut.

"Persenggolan menyebabkan iritasi pada saraf yang mencetuskan timbulnya cetusan-cetusan listrik yang dirasakan sebagai nyeri kesetrum atau ditusuk-tusuk, seolah-olah berasal dari kulit wajah atau dari gigi," kata dr Antonius.

Tak hanya disebabkan oleh persentuhan pembuluh darah, 10-15 persen trigeminal neuralgia disebabkan pula saraf karena tertekan oleh penyakit lain, seperti tumor atau massa lain, dan kerusakan saraf karena multiple sclerosis (peradangan pada otak dan sumsum tulang belakang karena autoimun).

"Penyakit ini tidak ada hubungannya dengan sakit gigi. Pasien hanya seolah-olah merasakan penyakit seperti ini sakit gigi," katanya.

Penyakit ini tidak banyak ditemukan. Prevalensi penyakit ini diperkirakan 107,5 pada pria dan 200,2 pada wanita per 1 juta populasi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada sisi kanan wajah dibandingkan sisi kiri dengan rasio 3:2. Kurang lebih 10 persen kasus ini terjadi sebelum usia empat puluhan.

Jenis penyakit ini tergolong susah penyembuhannya. Dokter Antonius mengatakan, pengobatan yang dilakukan saat ini adalah dengan obat, penyuntikan, dan penyinaran dengan alat modern dan operasi. Obat yang diberikan hanya berfungsi untuk memblok rasa nyeri tanpa mematikan saraf sehingga obat ini harus dikonsumsi seumur hidup bila penderita tak ingin merasakan nyeri.

Sementara itu, untuk penyuntikan dan penyinaran berfungsi untuk mematikan saraf. Ketika saraf dimatikan, rasa sakit memang hilang. Tindakan ini tidak mengganggu saraf lain, tetapi penderita akan bisa merasakan mati rasa pada daerah yang mati sarafnya. Untuk penyuntikan harus dilakukan tepat di bagian saraf yang sakit, kalau tidak rasa nyeri pun akan tetap ada.

Dokter Antonius menambahkan, karena penyakit ini intensitasnya berat, "tidak heran bila penderitanya sering kali ingin bunuh diri".

Sumber: KompasCom

10 Cara Menghilangkan Stress

Stres adalah masalah utama bagi banyak orang dan penyebabnyapun sangat global. Pekerjaan, kesibukan kerja, kehidupan rumah kacau, tagihan hutang, dan kebiasaan buruk seperti makan yang tidak teratur, minum dan merokok dapat menyebabkan menumpuknya stress pada diri kita. Jika ini sudah terjadi pada diri Anda, ada beberapa hal simple dapat Anda lakukan untuk mendapatkan kehidupan Anda ke tingkat yang lebih mudah dilakukan.

Ada 10 cara untuk mengurangi stress, yaitu:
  1. Lakukan Satu hal pada satu waktu. Ini adalah cara termudah dan terbaik untuk mulai mengurangi stres Anda, dan Anda dapat mulai hari ini. Sekarang. Fokus sebanyak mungkin apa yang harus dilakukan hari ini. Hapus gangguan seperti telepon dan pemberitahuan email saat Anda sedang bekerja pada. Jika Anda akan melakukan email, lakukan hanya itu. Ini membutuhkan latihan, dan Anda akan mendapatkan dorongan untuk melakukan hal-hal lainnya. Hanya terus berlatih dan Anda akan mendapatkan lebih baik. 
  2. Minimkan jadwal Anda. Sebuah jadwal yang padat adalah penyebab utama stres yang tinggi. Sederhanakan dengan mengurangi jumlah komitmen dalam hidup lakukan untuk hanya yang penting. Belajarlah untuk mengatakan tidak untuk hal yang tidak penting,dan perlahan-lahan lalukan keluar dari komitmen yang tidak bermanfaat bagi Anda. Atur setiap jadwal kerja selalu ada jeda istirahat . Keluarlah dari pertemuan ketika mereka tidak benar-benar penting. beristirahatlah.ini akan menyenangkan untuk energy dan otak Anda.
  3. Berolah raga. Lakukan sesuatu setiap hari untuk aktif, senam ringan, hiking, atau apa saja yang membuat anda keluar energi, jangan sampai kelelahan. Lakukan pernafasan minimal satu hari sekali dalam 5 menit.ini bisa dilakukan di mana saja yang menurut anda tepat.
  4. Membiasakan hidup sehat dalam satu bulan ini. Selain aktif meningkatkan kesehatan pada no 3, secara keseluruhan akan membantu mengurangi stress anda. Makan buah-buahan dan sayuran juga makanan ringan,kurangilah merokok. Masak sesuatu yang sehat untuk makan malam. Minumlah air putih bukan soda. Lakukan setiap waktu.
  5. Lakukan sesuatu yang sifatnya menenangkan. Apa yang membuat bisa Anda nikmati dan menenangkan Anda? Bagi banyak orang, bisa dengan melakukan tidur siang, atau mandi, atau membaca, atau melakukan kegiatan sebagai penenangan (refresh syaraf) aktivitas.
  6. Sederhanakan keuangan Anda. Keuangan dapat menguras energi Anda dan sebagai pemicu stres utama. Jika itu benar terjadi dengan Anda, carilah cara untuk menyederhanakannya. Batasi pengeluaran untuk hal yang tidak penting. Temukan cara untuk bersenang-senang yang tidak melibatkan uang belanja.
  7. Bersenang-senang setiap hari, bahkan jika itu hanya untuk beberapa menit!!! 
  8. Melakukan kegiatan kreatif. Melemparkan diri ke dalam aktivitas kreatif adalah cara lain untuk kurangi stres dan mencegah stres. Bisa anda lalukan dengan menulis, atau seperti melukis , bermain musik atau apa saja yang bisa membuat anda bertindak kreatif.
  9. Menyapu ruangan. Dengan menyapu lantai atau membersihkan ruangan,itu sama seperti membersihkan energi negatif yang ada pada diri seseorang. Ambilah 20-30 menit dan hanya untuk sebuah ruangan, menyingkirkan barang yang tidak kita gunakan lagi. Ketika selesai, akan terlihat begitu enak dan nyaman untuk bekerja, bermain, dan bersantai. Lakukan ini pada suatu waktu dapat dijadikan rutinitas "kegiatan yang menyenangkan".
  10. Jadilah awal. Jangan pikirkan terlambat dalam melakukan apapun. Carilah tempat Baru untuk anda memulai dari awal, itu sangat baik dan anda akan mendapatkan yang baru dari tempat yang baru .baik perubahan ekonomi , komunitas.dan semuanya akan membuat anda terhindar dari stress.

Sumber: Joyodrono